Subulus Salam

Nama               : Puspa Setyaningrum
NIM                : 175231080
Kelas/Jurusan  : 2B/Perbankan Syariah

Analisis Kitab “SULUBUS SALAM”

Apa itu kitab Subulus Salam?
Subulus salam merupakan salah satu kitab klasik yang ditulis oleh seorang ulama terdahulu. Dalam hal ini penulis menggunakan 2 kitab subulus salam, yaitu kitab Asli yang seluruh nya bertuliskan bahasa arab dan juga karena kekurangan penulis dalam pengartian kitab asli, penulis juga menggunakan kitab terjemahan untuk memudahkan penulis dalam mengetahui inti dari kitab subulus salam tersebut. Untuk kitab asli subulus salam ditulis oleh Muhammad bin Isma’il Al-Amir Ash-Shan’ani atau lebih dikenal dengan Imam San’ani, sementara untuk kitab terjemahan ditulis oleh Muhammad Isnani, Lc , Muhammad Rasikh,Lc , dan Muslim Arif, Lc
Tampilan Kitab
            Tampilan cover kitab Subulus Salam menurut penulis tidak begitu menarik seperti kitab kitab klasik lainnya, akan tetapi isi dari kitab Subulus Salam sangat menarik menurut analisa penulis, Kitab ini tidak mementingkan tampilan cover akan tetapi mengedepankan kualitas isi kandungan dari kitab tersebut. Untuk ukuran kitab itu sendiri, kitab asli berukuran 24x17 cm dengan ketebalan 2,5cm, sedangkan kitab terjemahan berukuran 25x16 cm dengan ketebalan 5,5cm.
Kitab Subulus Salam terdiri dari 4 Jilid, dimana jilid pertama berisi penjelasan tentang Kitab Thaharah/bersuci dan Kitab sholat, Jilid kedua berisi Kitab Sholat dan Kitab Haji, Jilid ketiga berisi Kitab Al-Buyu’ dan Kitab Al-Ruj’ah, serta Jilid Keempat berisi tentang Kitab al-Jinayat-Kitab al-Jami’ akan tetapi pada kesempatan kali ini penulis akan menemani pembaca untuk membahas Kitab Subulus Salam Jilid Pertama.
Kitab Subulus Salam jilid pertama berisi tentang Bab Bersuci dan Bab Sholat, dimana dalam Bab Thaharah/bersuci tersebut terdiri dari beberapa sub pembahasan antara lain Hadits-hadits mengenai Air, Bejana, Menghilangkan najis, Wudhu, Mengusap khuf, Hal-hal yang membatalkan wudhu, Adab buang air, Mandi dan hukum junub, Tayammum, dan Haid. Sedangkan pada Bab Sholat terdiri dari beberapa sub pembahasan antara lain Hadits-hadits mengenai Waktu-waktu Sholat, Adzan, Syarat-syarat sholat, Pembatas orang yang sedang Sholat, Anjuran bersikap Khusyu’ dalam Sholat, Masjid, Sifat Sholat, Sujud Sahwi Sujud Tilawah dan Sujud Syukur, serta Sholat Sunnah.
Dalam menjelaskan isi, Kitab Subulus Salam menggunakan Metodelogi Deskriptif-Analisis dan Tematis, yaitu dengan menjelaskan secara detail isi dari tiap hadits, dimana dimulai dari menuliskan Hadits beserta artinya, dilanjutkan dengan penjelasan biografi perawi, Penjelasan kalimat, lalu dilanjutkan dengan Tafsir Hadist. Diterapkannya Metode ini bertujuan agar pembaca bisa memahami hadits secara menyeluruh, memahami siapakah perawi yang mengungkapkan hadist tersebut, memahami arti dari tiap kalimat dalam hadits tersebut, dan tentunya agar pembaca Kitab ini tidak salah menafsirkan inti yang tersurat dalam setiap hadits di kitab ini.
Contoh Hadist Dalam Kitab Subulus Salam Beserta Penjelasannya
Untuk lebih memahami bagaimana metode penulisan yang digunakan imam Shan’ani dalam menulis kitab ini, disini penulis akan memberikan sedikit contoh Hadist dalam kitab Subulus Salam berserta penjelasannya :
Hadits :
وعن ابى هريرة رضي الله عنه قل : قل رسول الله صل الله عليه وسلم : طهور انا ءحد كم اذا ولغ فيه الكلب ان يغسله سبع مرات ٬ اولا هن با لتراب. اخرجه مسلم. وفي لفظ له :فليرقه. وللترمذي : اخرا هن او اولاهن با لتراب
Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sucinya bejana salah seorang kalian yang dijilat anjing, hendaknya ia mencucinya tujuh kali, yang pertama dengan tanah” (HR. Muslim) dan pada lafadz lain miliknya, “hendaklah ia menumpahkannya” dalam Riwayat At Tirmidzi “Yang terakhir atau yang pertama dengan tanah”.
Biografi Perawi:
Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr, menurut pendapat Muhamad bin Ishaq dan Al-Hakim Abu Ahmad, Abu Hurairah meninggal dunia di Madinah tahun 59 Hijriah dalam usia 78 tahun dan dimakamkan di Baqi.
Penjelasan Kalimat:
Sucinya bejana salah seorang dari kalian jika dijilat anjing (ia minum apa yang terdapat didalamnya dengan ujung-ujung lidahnya atau ia memasukan lidahnya kedalamnya lalu menggerak-gerakkannya) hendaknya ia mencucinya (maksudnya bejana tersebut tujuh kali yang pertama dengan tanah, dan salah satu lafadz “maka hendaklah ia menumpahkannya(air yang telah dijilat anjing)” dan lafadz At-Tirmidzi, “yang terakhir (yang ke tujuh) ”
Tafsir Hadits:
Kesimpulan dari hadits tersebut yaitu jika bejana terkena najis/dijilat anjing maka hendaknya ia memumpahkan air dalam bejana tersebut, dan mencuci bejana tersebut 7 kali dengan air dan salah satunya dengan tanah, maksudnya adalah mencuci dengan tanah satu kali diawal atau diakhir dan mencuci dengan air sebanyak tujuh kali.
Biografi Ash-Shan’ani
Beliau adalah Muhammad bin Isma’il bin Shalah bin Muhammad bin Ali Al-Amir Ash Shan’ani, bernasab pada amirul mukminin Ali bin Abi Thalib, Ash-Shan’ani lahir dikota kahlan 15 Jumadil Akhir tahun 1099 Hijriah.
Beliau terkenal dengan sifat wara’ , zuhud, dan takut kepada Allah, karena ketakutan beliau kepada Allah sebagian anaknya menceritakan suatu hari saat beliau mengimami jamaah sholat subuh, dan membaca Q.S. Al-Ghasyiyah, tiba-tiba beliau menangis hingga pingsan, beliau menderita penyakit kronis, hingga dalam waktu singkat kondisi beliau memburuk dan wafat pada hari selasa 3 sya’ban 1182 H pada usia 83 Tahun, kemudian dimakamkan di sebelah barat Menara Jami’ Al-Madrasah.
Karya Tulis beliau antara lain Subulus Salam, Isyradu An-Naqqad, dan Tathiru Al-I’tihad an Adrani Al-Ilhad.
Refleksi

Dengan membaca dan memahami Kitab Subulus Salam ini, kita bisa lebih mengetahui contoh pendekatan studi islam/ metodologi studi islam yang diterapkan dalam sebuah kitab, seperti contohnya pada kitab subulus salam ini menggunakan pendekatan Deskriptif-Analisis dan Tematis yaitu dengan menjelaskan secara detail isi dari tiap hadits.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUS UUS BPRS

Observasi kafe