Metodologi Studi Islam

Nama               : Puspa Setyaningrum
NIM                : 175231080
Kelas               : 2B / Perbankan Syariah

Resume Buku 
"Metodologi Studi Islam"
Karya: Khoiriyah, M. Ag
Penerbit:Fataba Press

Antara pengajian dan pengkajian
Sebelum kita mempelajari apa itu metodologi dan bagaimana penerapannya dalam ajaran islam, hal pertama yang harus kita pelajari terlebih dahulu yaitu tentang Pengajian dan pengkajian, selama ini kita sering kali salah mengartikan atau bahkan tidak bisa membedakan apa itu pengajian dan apa itu pengkajian. Sebagian besar dari kita pasti menganggap pengajian dan pengkajian adalah dua hal yang sama, padahal pengajian dan pengkajian adalah dua hal yang berbeda, perbedaan diantara keduanya pun cukup segnifikan. Pengajian merupakan proses perkumpulan dua orang atau lebih yang bertujuan sama yaitu mempelajari agama islam dengan cara mendengarkan nasihat atau khotib dari penceramah, sehingga hanya ada satu mahzab  yaitu mahzab penceramah yang diketahui oleh muslimin yang datang pada pengajian tersebut, sedangkan pengkajian merupakan perkumpulan antara dua orang atau lebih yang berdiskusi bersama mengkaji islam secara menyeluruh, mendiskusikan beberapa mahzab yang berbeda sehingga mempunyai pertimbangan, mahzab apa yang dijadikan pedoman dalam kehidupan.
Metodologi Studi Islam
Metodologi adalah metode atau cara yang digunakan dalam perkumpulan antara dua orang atau lebih yang berdiskusi bersama mengkaji islam secara menyeluruh, mendiskusikan beberapa mahzab yang berbeda sehingga mempunyai pertimbangan, mahzab apa yang dijadikan pedoman dalam kehidupan
Beberapa kegunaan dan keuntungan yang bisa kita dapatkan ketika mempelajari ideologi antara lain, mempermudah mempelajari secara menyeluruh islam secara cepat, mengetahui isi dan ruang lingkup keislaman secara menyeluruh, tidak salah menjadikan salah mahdzab menjadi pedoman, memahami sejarah keislaman dimasa lampau, dan lain lain
Sesuatu yang diharapkan dari mempelajari metodologi  islam: diharapkan bisa menjadi pribadi muslim yang bersikap toleransi  antar umat beragama, tidak menganggap sesat aliran yang berbeda, memperluas pemahaman masyarakat, dan lain sebagainya.
Obyek Metodologi studi islam: semua aspek ajaran islam baik yang tertulis dan bersumber dari Al-Quran dan Sunnah, yang dijabarkan melalui pemikiran ulama ulama islam terdahulu, kemudian diterapkannya ajaran islam pada kehidupan sehari hari
Selanjutnya penulis akan membahas sedikit dari sejarah metodologi studi islam dari zaman terdahulu, studi islam ini telah dikenal di seluruh belahan bumi, mulai dari di dunia islam, di dunia barat, hingga di indonesia sendiri. Adanya studi islam di dunia islam, ditandai dengan berkembangnya beberapa Universitas antara lain Universitas al- Azhar di Kairo, dan Universitas Cordova. Selanjutnya Adanya studi islam di dunia barat, ditandai dengan adanya Penerjemahan pada zaman Renaisance, dan Perguruan tinggi di italia, inggris, perancis, dan jerman. Selain itu Adanya studi islam di Indonesia, ditandai dengan lahirnya Pesantren, Madrasah, dan Perguruan Tinggi Islam.
Ada beberapa cara yang digunakan agar memudahkan dalam mengkaji ajaran islam secara menyeluruh antara lain dengan cara mempelajari naskah untuk mengerti isi kandungannya , membandingkan antara mahzab satu dengan yang lain untuk mengetahui pola pemikiran dan inti sari dari masing masing mahzab, melihat semua aspek yag terdapat dalam suatu pemikiran, dan masih banyak lagi.
Dari uraian diatas, sedikit banyak kita telah mengetahui apa itu metodologi studi islam, obyek metodologi, bagaimana sejarah nya, manfaat mempelajari metodologi , dan cara untuk memudahkan mempelajari islam secara menyeluruh. Berikutnya penulis akan bahas Sumber Ajaran Islam, Ajaran islam bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad.
Al-Qur’an adalah mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, dan merupakan pedoman hidup manusia,dimana membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah. Al-Qur’an mempunyai beberapa fungsi pokok yaitu sebagai pedoman hidup, sebagai sumber pokok ajaran islam, dan sebagai batasan tatanan tingkah laku makhluk dalam segala aspek kehidupan. Isi kandungan dalam Al-Qur’an itu sendiri mencakup beberapa aspek antara lain Ajaran Tauhid, ibadah, jalan menuju kebahagiaan hidup, berita umat terdahulu. Janji Allah, dan peringatan.
Hadits adalah ucapan, perbuatan, penetapan, sifat/ sirah Rasulullah sebelum atau sesudah kenabian. Hadits mempunyai beberapa fungsi antara lain: memperkuat isi kandungan Al-Quran, memberikan rincian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang masih samar, dan mengandung hukum yang tidak didapati dalam Al-Qur’an.
Ijtihad yaitu mencurahkan segala kemampuan, tenaga dan pikiran dalam menggali hukum syara’.ada beberapa Metode Ijtihad yaitu: Qiyas/analogi, jima/konsensus, istihsan/preference, maslahat mursalat, ‘urf, istidlal, dan istishab.

Dalam hal pemahaman ajaran islam, ada beberapa pendekatn yang digunakan antara lain: mempelajari perilaku manusia dalam kehidupannya beragama, memperhatikan terbentuknya pola-pola perilaku manusia dalam tatanan nilai yang dianut dalam kehidupan manusia, melakukan penyelidikan atas suatu masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis, serta memahami alam semesta, maknanya dan juga nilainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUS UUS BPRS

Subulus Salam

Observasi kafe